MIFTAHUSSALAM: Hadits
Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label Hadits. Show all posts
Showing posts with label Hadits. Show all posts

Raudhah

Written By h on 05 November 2012 | Monday, November 05, 2012

Download Murattal Al-Qur'an Syaikh Mahir Al-Mu'aiqiliy (Imam Masjidil Haram)

               Alhamdulillah, kali ini kami hadirkan untuk Anda lantunan tilawah Al-Qur’an yang dibaca oleh Syaikh Mahir Al-Mu’aiqily -hafizhahullah-. Beliau merupakan Imam di Masid Al-Haram, Makkah, Saudi Arabia. Rekaman ini kami hadirkan dari situs www.almuaiqly.com yang merupakan situs yang berisi kumpulan bacaan Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Syaikh. Alunan suara beliau yang begitu khas, disamping itu, bacaan ini sangat mudah untuk membantu muraja'ah seorang haafidz Al-Qur'an yang sudah maupun sedang menyelesaikan hafalannya....Semoga bisa menjadikan kita lebih semangat untuk mentadabburi Al-Qur’an, menghafal dan mengamalkannya, bi idznillah.

Nama File Download
001_AlFatehah.mp3 001_AlFatehah.mp3
002_AlBaqarah.mp3 002_AlBaqarah.mp3
003_AllEmran.mp3 003_AllEmran.mp3
004_AnNisaa.mp3 004_AnNisaa.mp3
005_AlMaEidah.mp3 005_AlMaEidah.mp3
006_AlAnaam.mp3 006_AlAnaam.mp3
007_AlAaraf.mp3 007_AlAaraf.mp3
008_AlAnfal.mp3 008_AlAnfal.mp3
009_AtTaubah.mp3 009_AtTaubah.mp3
010_Yunus.mp3 010_Yunus.mp3
011_Hud.mp3 011_Hud.mp3
012_Yusuf.mp3 012_Yusuf.mp3
013_ArRaad.mp3 013_ArRaad.mp3
014_Ibrahim.mp3 014_Ibrahim.mp3
015_AlHijr.mp3 015_AlHijr.mp3
016_AnNahl.mp3 016_AnNahl.mp3
017_AlIsraa.mp3 017_AlIsraa.mp3
018_AlKahf.mp3 018_AlKahf.mp3
019_Maryam.mp3 019_Maryam.mp3
020_TaHa.mp3 020_TaHa.mp3
021_AlAnbiyaa.mp3 021_AlAnbiyaa.mp3
022_AlHajj.mp3 022_AlHajj.mp3
023_AlMuminun.mp3 023_AlMuminun.mp3
024_AnNur.mp3 024_AnNur.mp3
025_AlFurqan.mp3 025_AlFurqan.mp3
026_AshShuaraa.mp3 026_AshShuaraa.mp3
027_AnNaml.mp3 027_AnNaml.mp3
028_AlQasas.mp3 028_AlQasas.mp3
029_AlAnkabut.mp3 029_AlAnkabut.mp3
030_ArRum.mp3 030_ArRum.mp3
031_Luqman.mp3 031_Luqman.mp3
032_AsSajdah.mp3 032_AsSajdah.mp3
033_AlAhzab.mp3 033_AlAhzab.mp3
034_Sabaa.mp3 034_Sabaa.mp3
035_Fatir.mp3 035_Fatir.mp3
036_YaSin.mp3 036_YaSin.mp3
037_AsSaffat.mp3 037_AsSaffat.mp3
038_Sad.mp3 038_Sad.mp3
039_AzZumar.mp3 039_AzZumar.mp3
040_Ghafir.mp3 040_Ghafir.mp3
041_Fussilat.mp3 041_Fussilat.mp3
042_AshShura.mp3 042_AshShura.mp3
043_AzZukhruf.mp3 043_AzZukhruf.mp3
044_AdDukhan.mp3 044_AdDukhan.mp3
045_AlJathiyah.mp3 045_AlJathiyah.mp3
046_AlAhqaf.mp3 046_AlAhqaf.mp3
047_Muhammad.mp3 047_Muhammad.mp3
048_AlFath.mp3 048_AlFath.mp3
049_AlHujurat.mp3 049_AlHujurat.mp3
050_Qaf.mp3 050_Qaf.mp3
051_AdhDhariyat.mp3 051_AdhDhariyat.mp3
052_AtTur.mp3 052_AtTur.mp3
053_AnNajm.mp3 053_AnNajm.mp3
054_AlQamar.mp3 054_AlQamar.mp3
055_ArRahman.mp3 055_ArRahman.mp3
056_AlWaqiaah.mp3 056_AlWaqiaah.mp3
057_AlHadied.mp3 057_AlHadied.mp3
058_AlMujadilah.mp3 058_AlMujadilah.mp3
059_AlHashr.mp3 059_AlHashr.mp3
060_AlMumtahanah.mp3 060_AlMumtahanah.mp3
061_AsSaff.mp3 061_AsSaff.mp3
062_AlJumuaah.mp3 062_AlJumuaah.mp3
063_AlMunafiqun.mp3 063_AlMunafiqun.mp3
064_AtTaghabun.mp3 064_AtTaghabun.mp3
065_AtTalaq.mp3 065_AtTalaq.mp3
066_AtTahrim.mp3 066_AtTahrim.mp3
067_AlMulk.mp3 067_AlMulk.mp3
068_AlQalam.mp3 068_AlQalam.mp3
069_AlHaqqah.mp3 069_AlHaqqah.mp3
070_AlMaarij.mp3 070_AlMaarij.mp3
071_Nuh.mp3 071_Nuh.mp3
072_AlJinn.mp3 072_AlJinn.mp3
073_AlMuzzammil.mp3 073_AlMuzzammil.mp3
074_AlMuddaththir.mp3 074_AlMuddaththir.mp3
075_AlQiyamah.mp3 075_AlQiyamah.mp3
076_AlEnsan.mp3 076_AlEnsan.mp3
077_AlMursalat.mp3 077_AlMursalat.mp3
078_AnNabaa.mp3 078_AnNabaa.mp3
079_AnNaziaat.mp3 079_AnNaziaat.mp3
080_Abasa.mp3 080_Abasa.mp3
081_AtTakwir.mp3 081_AtTakwir.mp3
082_AlIEnfitar.mp3 082_AlIEnfitar.mp3
083_AlMutaffifin.mp3 083_AlMutaffifin.mp3
084_AlInshiqaq.mp3 084_AlInshiqaq.mp3
085_AlBuruj.mp3 085_AlBuruj.mp3
086_AtTariq.mp3 086_AtTariq.mp3
087_AlAala.mp3 087_AlAala.mp3
088_AlGhashiyah.mp3 088_AlGhashiyah.mp3
089_AlFajr.mp3 089_AlFajr.mp3
090_AlBalad.mp3 090_AlBalad.mp3
091_AshShams.mp3 091_AshShams.mp3
092_AlLail.mp3 092_AlLail.mp3
093_AdDuha.mp3 093_AdDuha.mp3
094_AshSharh.mp3 094_AshSharh.mp3
095_AtTin.mp3 095_AtTin.mp3
096_AlAlaq.mp3 096_AlAlaq.mp3
097_AlQadr.mp3 097_AlQadr.mp3
098_AlBayyinah.mp3 098_AlBayyinah.mp3
099_AzZalzalah.mp3 099_AzZalzalah.mp3
100_AlAadiyat.mp3 100_AlAadiyat.mp3
101_AlQariaah.mp3 101_AlQariaah.mp3
102_AtTakathur.mp3 102_AtTakathur.mp3
103_AlAsr.mp3 103_AlAsr.mp3
104_AlHumazah.mp3 104_AlHumazah.mp3
105_AlFil.mp3 105_AlFil.mp3
106_Quraish.mp3 106_Quraish.mp3
107_AlMaaun.mp3 107_AlMaaun.mp3
108_AlKauthar.mp3 108_AlKauthar.mp3
109_AlKafirun.mp3 109_AlKafirun.mp3
110_AnNasr.mp3 110_AnNasr.mp3
111_AlMasad.mp3 111_AlMasad.mp3
112_AlIkhlas.mp3 112_AlIkhlas.mp3
113_AlFalaq.mp3 113_AlFalaq.mp3
114_AnNas.mp3 114_AnNas.mp3

Lokasi PPPI Miftahussalam Banyumas Jawa Tengah Indonesia

Written By h on 11 December 2011 | Sunday, December 11, 2011

Untuk men-DOWNLOAD gambar ini dengan kualitas bagus, klik DISINI

Agar Anak Tidak Menjadi Teroris

Written By h on 27 September 2011 | Tuesday, September 27, 2011


Betapa hancur hati kedua orangtua, tatkala dikabarkan kepada mereka ternyata anaknya yang selama ini dikenal sebagai anak baik-baik dan pendiam diciduk aparat kepolisian karena terlibat jaringan terorisme. Orangtua yang lain pun shock begitu mendengar anaknya tewas dalam aksi peledakan.

Sementara itu, teman-temannya serasa tidak percaya mendengar berita bahwa anak yang selama ini mereka kenal sebagai anak baik, supel, dan ramah, ternyata terlibat aksi terorisme!!

Demikianlah, betapa menyedihkan. Nyata jaringan terorisme telah berhasil menyeret anak-anak baik dari putra-putra kaum muslimin dalam aksi biadab yang bertentangan dengan agama dan akal sehat tersebut.

Tentunya, kita bertanya-tanya bagaimana anak-anak muslimin bisa terseret jaringan terorisme? Melalui pintu apa terorisme bisa masuk ke alam pikiran mereka sehingga mereka tertarik dan mau mengikutinya?

Pembaca, kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala…

Akar munculnya terorisme adalah dari paham sempalan Khawarij. Suatu paham ekstrem dalam beragama, yang membuahkan sikap merasa benar sendiri, kemudian serampangan dalam memahami dan mengamalkan dalil-dalil syariat, lepas dari bimbingan para ulama, yang berujung pada pengkafiran semua pihak yang bertentangan dengan pendapatnya, termasuk mengkafirkan pemerintah kaum muslimin.

Gerakan terorisme yang pertama kali muncul dalam sejarah Islam adalah di akhir masa Khilafah ’Utsman bin ’Affan radhiyallahu ‘anhu, yang diprakarsai oleh seorang Yahudi, Abdullah bin Saba’, dengan menampilkan slogan keadilan dan benci kezaliman. Sebagai korban pertama kali adalah sang khalifah Utsman bin ’Affan radhiyallahu ‘anhu sendiri! Kemudian semakin gencar pada masa kekhalifahan ’Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, yang beliau sendiri pun menjadi korban aksi terorisme tersebut. Merekalah kelompok sempalan Khawarij, yang tumbuh menggerogoti dan menghancurkan Islam. Di atas paham mengkafirkan orang-orang yang bertentangan dengan mereka, dan berlanjut menghalalkan darah mereka, terutama pemerintah muslimin, yang telah mereka vonis sebagai pemerintah kafir. Itu semua mereka lakukan atas nama agama.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jauh-jauh hari telah memberitakan kemunculan kelompok sesat ini, lengkap dengan ciri-ciri dan sifat-sifatnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

سَيَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ أَحْدَاثُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلاَمِ يَقُوْلُوْنَ مِنْ قَوْلِ خَيْرِ الْبَرِيَّةِ، يَقْرَءُوْنَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ، يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ

”Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang muda-muda umurnya, pendek akalnya. Mereka mengatakan ucapan sebaik-baik manusia. Mereka membaca Al-Qur’an, tapi tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka melesat (keluar) dari (batas-batas) agama seperti melesatnya anak panah menembus binatang buruannya.” (HR. Al-Bukhari no. 3611, 5057, 6930; Muslim no. 1066)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyifati mereka sebagai:

هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَالْخَلِيْقَةِ

”Mereka adalah sejahat-jahat makhluk.” (HR. Muslim no. 1067)

Maka apabila pada anak-anak kaum muslimin ada kecenderungan mengkritisi pemerintah muslimin, selalu menentang kebijakan pemerintah muslimin, bahkan berani memvonis kafir terhadap pemerintah muslimin tanpa bimbingan para ulama, maka hati-hati dan waspadalah! Ini merupakan bibit paham takfir (mudah mengkafirkan kaum muslimin), yang merupakan benih awal untuk seseorang berani menghalalkan darah pemerintah muslimin dan siapapun yang mereka anggap membela dan mendukung pemerintah. Ujung-ujungnya, mengantarkan mereka untuk berani melakukan aksi kekerasan yang dilabeli sebelumnya sebagai jihad. Inilah awal mula seseorang terseret dalam aksi terorisme.

Kesalahan fatal berikutnya, yang mengantarkan anak-anak kaum muslimin untuk tertarik dengan gerakan terorisme adalah semangat berjihad yang besar dan kebencian yang besar terhadap orang-orang kafir, namun tidak disertai dengan pemahaman yang benar tentang apa itu jihad, bagaimana aturan Islam tentang masalah jihad, serta orang kafir manakah yang boleh untuk diperangi?

Tidak diragukan lagi, bahwa jihad merupakan puncak Islam yang tertinggi. Orang-orang kafir adalah musuh-musuh Islam yang harus dibenci dan diperangi oleh kaum muslimin. Namun, dalam agama Islam ada aturan dan tuntunan yang harus dipahami dengan benar dan tidak boleh dilanggar. Hal inilah yang tidak dipahami dengan baik oleh mereka yang terlibat dalam aksi terorisme tersebut. Karena memang di antara sifat dan ciri-ciri mereka adalah pendek akalnya dan cupet (Bhs. Jawa: dangkal) cara pandangnya. Tak heran bila aksi terorisme (baca: kebodohan) yang mereka lakukan tersebut merusak citra Islam dan mencemarkan nama baik kaum muslimin, terkhusus lagi nama baik orang-orang yang istiqamah di atas agamanya.

Sebagai contoh, bahwa dalam syariat Islam tidak semua orang kafir boleh dibunuh. Kafir dzimmi, kafir mu’ahad, dan kafir musta’min, dalam Islam jiwanya terlindungi, tidak boleh dibunuh. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ أَرْبَعِيْنَ عَامًا

“Barangsiapa membunuh seorang kafir mu’ahad, maka dia tidak akan mencium aroma wangi jannah (surga). (Padahal) sesungguhnya aroma wangi jannah itu didapati (tercium) sejauh perjalanan 40 tahun.” (HR. Al-Bukhari no. 3166, 6914, An-Nasa’i no. 4764, Ibnu Majah no. 2736, dan Ahmad 5/36)

Adapun orang kafir yang boleh diperangi dan dibunuh adalah kafir harbi, yaitu orang-orang kafir yang memerangi muslimin, tidak ada antara muslimin dengan mereka perjanjian, dzimmah, tidak pula jaminan keamanan.

Kita perlu waspada pula, apabila seorang mulai kagum dan mengidolakan tokoh-tokoh teroris semacam Usamah bin Laden, Aiman Azh-Zhawahiri, seraya menganggapnya sebagai tokoh ulama besar yang diikuti ucapan dan fatwa-fatwanya. Sebagai contoh, aktor peledakan bom Bali yang bernama Imam Samudra. Dia menganggap tokoh-tokoh teroris panutannya di atas sebagai ulama dan menyejajarkannya dengan para ulama besar Ahlus Sunnah. Padahal, sifat dasar para khawarij, pelaku aksi teror tersebut ,adalah sama sekali lepas dari bimbingan para ulama besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam memahami dan mengaplikasikan dalil-dalil syariat.

Lebih rumit lagi, orang-orang yang terlibat dalam jaringan terorisme, ternyata bukanlah orang-orang yang jauh dari agama. Sebaliknya mereka adalah orang yang zhahirnya sangat dekat kepada agama, menampakkan syi’ar-syi’ar Islam dalam penampilan dan pakaian mereka, serta sangat rajin beribadah. Bahkan aksi teror yang mereka lakukan tersebut diyakini dalam rangka memperjuangkan Islam dan merupakan bagian dari ajaran Islam!!

Sikap komitmen terhadap ajaran agama, berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah merupakan sikap yang harus kita jalankan. Tidak boleh bagi kaum muslimin untuk menjauh atau apriori terhadap Islam dan bimbingan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun sikap berpegang teguh terhadap agama tersebut harus berdasarkan manhaj (metode pemahaman) yang benar, dengan bimbingan para ulama sejati dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Alhamdulillah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah meninggalkan umatnya di atas petunjuk yang sangat jelas. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan:

وَايْمُ اللهِ قَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى مِثْلِ الْبَيْضَاءِ، لَيْلُهَا وَنَهَارُهَا سَوَاءٌ

“Demi Allah, aku tinggalkan kalian di atas (agama) yang terang-benderang. Kondisi malam dan siangnya sama.” (HR. Ibnu Majah no. 5. Lihat Ash-Shahihah no. 688)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah menggariskan manhaj yang benar dalam memahami dan mengaplikasikan agama ini, yaitu dengan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتَلاَفًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِي، عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

”Sesungguhnya orang yang hidup di antara kalian (sepeninggalku), dia akan mendapati perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang dengan sunnah (bimbingan)ku dan sunnah para Khulafa’ Rasyidin sepeninggalku. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian.” (HR. Abu Dawud no. 4607, At-Tirmidzi no. 2676. Lihat Ash-Shahihah no. 937)

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda tentang jalan yang benar dalam memahami Islam:

مَا أَنَا عَلَيْهِ الْيَوْمَ وَأَصْحَابِي

”Jalan/prinsip yang aku (Rasulullah) berada di atasnya hari ini dan juga para sahabatku.” (HR. At-Tirmidzi no. 2641, Ath-Thabarani 1/256. Lihat Ash-Shahihah no. 203, 204)

Jika kita tidak memerhatikan prinsip di atas, akan menyebabkan salah dalam memahami dan mengaplikasikan dalil-dalil agama yang membuahkan sikap ekstrem dan menyimpang dalam beragama.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencela sikap ekstrem tersebut dalam sabda beliau:

“Binasalah orang-orang yang ekstrem, binasalah orang-orang yang ekstrem, binasalah orang-orang yang ekstrem.” (HR. Muslim no. 2670). Wallahu a’lam.

Dikutip dari www.Asysyariah.com diambil dari www.assalafy.org Penulis : Redaksi Judul: Agar Anak Tidak Menjadi Teroris

Tambahan dari Admin : Bagi antum yang ingin referensi lengkap seputar PENYIMPANGAN TERORISME silahkan kunjungi website ustadz kami yang mulia al-Ustadz Dzulqornain hafidzohulloh di : http://jihadbukankenistaan.com/tentang-penulis

Hadits 42: Allah Mengampuni Segala Dosa Orang Yang Tidak Berbuat Syirik

Written By h on 03 June 2011 | Friday, June 03, 2011

HADITS KEEMPATPULUH DUA
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَاكَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطاَياَ ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
[رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح ]
Terjemah Hadits / ترجمة الحديث :
Dari Anas Radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Allah Ta’ala berfirman: “Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan “
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata : haditsnya hasan shahih).
Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث:
1.     Berdoa diperintahkan dan dijanjikan  untuk dikabulkan.
2.     Pemberian maaf Allah dan ampunan-Nya lebih luas dan lebih besar dari dosa seorang hamba jika dia minta ampun dan bertaubat.
3.     Berbaik sangka kepada Allah Ta’ala, Dialah semata Yang Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat dan istighfar.
4.     Tauhid adalah pokok ampunan dan sebab satu-satunya untuk meraihnya.
5.     Membuka pintu harapan bagi ahli maksiat untuk segera bertaubat dan menyesal betapapun banyak dosanya.
 
Support : Miftahussalam Islamic Boarding School | Banyumas | Jawa Tengah
Copyright © 2011. MIFTAHUSSALAM - All Rights Reserved
Designed by ADAM LODIE 2012
From CREATIDIE Galleries to Make Your Design