MIFTAHUSSALAM: sejarah
Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Berita Heboh Arab Saudi akan Menggusur Makam Nabi

Written By h on 04 November 2012 | Sunday, November 04, 2012

Beberapa hari terakhir ini beredar berita mengenai niat pemerintah Arab Saudi untuk menggusur makam sebaik-baik manusia, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kontan saja, hal ini menuai protes dan kecaman dari berbagai lapisan umat Islam yang sangat mencintai dan mengagungkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semangat dan kecintaan terhadap Nabi ini sesuatu yang sangat kita syukuri, kita ucapkan Alhamdulillah pembelaan terhadap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam masih menggelora di dada-dada umat Islam.
Namun rasa cinta dan pembelaan kita terhadap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam hendaknya jangan menjadi suatu bumerang yang malah dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam untuk memecah belah barisan umat Islam itu sendiri. Alangkah baiknya apabila berita ini kita teliti terlebih dahulu agar kita tidak termasuk firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,


يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat: 6)

Berita ini bersumber dari Fars News Agency, salah satu agensi berita atau media Iran. Sebagaimana telah diketahui, Iran memiliki latar belakang ideologi yang bertolak belakang dengan pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah yang diusung oleh Arab Saudi dan pandangan-pandangan politiknya pun bersebrangan dengan Riyadh dalam menyikapi isu-isu regional Timur Tengah ataupun isu internasional. Tidak jarang Teheran melemparkan sebuah pernyataan sentimen yang memojokkan Riyadh.

Selain itu, track record media-media Iran pun dikenal buruk dalam ke-independen-an-nya dalam mengusung berita. Mereka tidak segan-segan untuk melakukan kebohongan dan memanipulasi berita, demi tujuan dan kepentingan mereka. Seperti saat Iran menjadi tuan rumah KTT Non-Blok pada tahun ini, televisi Iran sengaja merubah terjemahan pidato Presiden Mesir, Muhammad Mursi, yang disampaikan dalam bahasa Arab. Mursi mengutuk pemerintah Suriah atas pembantaian terhadap rakyatnya dan mengjak dunia untuk membantu masyarakat Suriah menuju kebebasan dan kebangkitan. Namun pidato tersebut diubah oleh Telivisi Iran dengan terjemahan bahasa Persia, agar hendaknya dunia membantu masyakarat Bahrain merdeka dari pemerintah mereka.

Sebagaimana kita ketahui, Suriah merupakan sekutu Iran, baik dalam ideologi Syi’ah maupun pandangan politiknya. Sedangkan Bahrain adalah negara Ahlussunnah atau Sunni dan masyarakat yang memberontak adalah Syi’ah. Oleh karena itu, telivsi Iran memelesetkan terjemahan pidato Presiden Mesir agar pengaruh Teheran di dunia Arab kian kuat. Simak video perubahan pidato tersebut:


Padahal, jangankan kuburan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, rencana memperluas mathaaf (tempat thawaf) di sekitar Ka’bah dengan merobohkan tiang-tiang mashaabiih yang merupakan peninggalan atau sentuhan peradaban khilafah Utsmani saja sampai sekarang tidak direalisasikan, karena pemerintah Arab Saudi mempertimbangkan perasaan umat Islam secara umum dan negeri Turki secara khusus.

Hal ini pun dibantah oleh pihak Kedutaan Besar Arab Saudi yang dikonfirmasi oleh redaksi Sabili dengan langsung membantah fitnah tersebut. Mufti Saudi tidak pernah memfatwakan seperti itu. Berita tersebut bersumber dari propaganda Iran, “Mereka dengki karena haji tahun ini berlangsung sukses,” katanya singkat.

Yang benar, proyek perluasan Masjid Nabawi meliputi sayap Timur dan Barat masjid tanpa melakukan pengrusakan terhadap kuburan Nabi dan dua sahabatnya yang mulia.

Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala tetap menjaga persatuan umat Islam di atas petunjuk Nabi-Nya yang mulia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan menganugerahkan kita kecintaan kepada Nabi-Nya serta menghancurkan tipu daya orang-orang yang hendak memecah belah persatuan umat Islam.

Ditulis oleh Nurfitri Hadi, M.A (Tim Redaksi KonsultasiSyariah.com)

Data Alumni PPPI Miftahussalam Banyumas

Written By h on 27 October 2012 | Saturday, October 27, 2012

Kami himbau kepada seluruh Alumni PPPI Miftahussalam untuk bergabung di Group Facebook VOAM Coin di link : http://www.facebook.com/groups/243639015710593/ . Jazaakumullahu khaira.

الأستاذ آدم لودي
معهد السلفية العالي
لتعليم اللغة العربية والعلوم الإسلامية

Profil Pondok Pesantren Miftahussalam Banyumas

  

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh     
Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam, merupakan sebuah lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam yang mengkolaborasikan dua system pendidikan sebagai motor penggerak berlangsungnya proses belajar mengajar, yakni system pesantren yang menerapkan system pengawasan selama 24 jam di asrama, sehingga semua aktifitas santri akan terpantau dalam rangka meminimalisir berbagai kerusakan jasmani maupun rohani. Adapun system madrasah, merupakan system  yang setara dengan pendidikan di sekolah-sekolah umum, baik itu sekolah menengah pertama (SMP) maupun sekolah menengah atas(SMA). Dengan tetap eksis mempertahankan Islam sebagai asas segala lini kehidupan, Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam berusaha untuk mengikuti perkembangan zaman yang semakin hari semakin berkembang dan menantang eksistensinya, hingga muncullah istilah “Pondok Pesantren Pendidikan Islam” yang juga mengambil berbagai materi pendidikan umum sebagaimana materi-materi pendidikan di sekolah umum untuk dijadikan materi pendidikannya. Secara garis besar, waktu pembelajaran di Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam Banyumas, dibagi menjadi beberapa bagian, dimulai sejak para santri bangun tidur, setengah jam sebelum shubuh, dilanjutkan dengan shalat shubuh berjama’ah di Masjid, selanjutnya kuliah shubuh dan menghafal Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan kegiatan mck, makan pagi, apel pagi sebelum berangkat menuju kelas masing-masing. Waktu belajar formal di Madrasah, baik Madrasah Tsanawiyah maupun Madrasah Aliyah berlangsung sejak pukul 07.00 hingga pukul 14.45. Ada waktu istirahat pukul 09.30 dan waktu shalat dzuhur yang diikuti dengan makan siang. Sepulang dari madrasah, persiapan shalat ashar berjama’ah, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan ekstrakurikuler dan kajian kitab hingga pukul 17.00. Setelah itu kegiatan mck, kegiatan apel sore yang dilanjutkan dengan kegiatan halaqah bahasa Arab dan bahasa Inggris hingga tiba waktu shalat maghrib. Setelah shalat Maghrib, masing-masing kamar berkumpul bersama para ustadz yang didampingi pembimbing kamar membaca Al-Qur’an. Setelah itu makan malam dan dilanjutkan shalat isya berjama’ah. Selepas shalat isya, semua santri keluar kamar menuju kelas-kelas dan masjid untuk belajar hingga pukul 22.30 dan tidur malam hingga waktu fajar tiba.
  • Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA)
       Setelah melalui runtut peristiwa sejarah perkembangannya yang panjang, Miftahussalam kini hadir sebagai sebuah lembaga pendidikan yang menawarkan paket multi pendidikan yang terdiri dari pendidikan Islam dan pendidikan umum, sehingga adalah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftahussalam sebagai sebuah pendidikan formal setingkat SMP dan Madrasah Aliyah (MA) sebagai sebuah jenjang pendidikan formal setingkat SMA, hadir melengkapi pendidikan pesantren dalam rangka mengikuti perkembangan zaman.
           Tak dipungkiri lagi dengan penawaran berbagai fitur-fitur menggiurkan dari sekolah-sekolah umum kebanyakannya saat ini, turut menjadi momentum berharga bagi Miftahussalam untuk semakin baik dan modern dalam menyelenggarakan pendidikannya. Dan dalam rangka menyambut momentum tersebut, maka Miftahussalam menjalin kerja sama dengan Islamic Development Bank (IDB) menghadirkan beberapa fasilitas penunjang pendidikan modern berupa Laboratorium Saintek yang merupakan Laboratorium terlengkap dan terbesar yang hanya dimiliki oleh Miftahussalam Banyumas di wilayah Karesidenan Banyumas. Laboratorium Saintek ini, terdiri dari beberapa ruang laboratorium diantaranya, laboratorium Komputer, dengan spesifikasi computer yang tinggi dan kelengkapan hardware lainnya, maka digunakanlah laboratorium ini sebagai media penunjang pembelajaran Informasi dan Teknologi/TIK, sehingga muncullah kegiatan ektrakurikuler TKJ(Teknisi Komputer dan Jaringan), Desain Grafis, Jurnalistik yang hingga saat ini dibina oleh beberapa guru dan tenaga ahli. Disamping Laboratorium Komputer, Laboratorium ini memiliki dua ruangan luas yang digunakan guru elektronika sebagai media latihan dan praktik mata pelajaran elektronika, ditunjang dengan berbagai peralatan modern yang ada berbagai hasil kreatifitas siswa/santri pun dihasilkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi tambahan materi diluar materi pelajaran elektronika.
             Di Laboratorium ini pula, digunakan oleh beberapa guru bidang studi sains, baik itu Biologi, Fisika maupun Kimia sebagai media latihan dan praktik yang tentunya diimbangi dengan berbagai alat peraga terbaru dan modern. Sebagai pelengkap dari adanya Laboratorium Saintek ini, maka dibangun pula sebuah perpustakaan Saintek yang berisikan buku-buku sains dan teknologi sebagai rujukan dalam berbagai pembelajaran dan praktikum di laboratorium. Hingga saat ini, Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam memiliki dua perpustakaan sebagai ruang baca yang berisikan berbagai wawasan keilmuwan, yang pertama Perpustakaan Pesantren sebagai media penyimpanan Kitab-kitab Islam dan berbagai macam buku bacaan lainnya. Adapun yang kedua adalah Perpustakaan Saintek yang telah kami sebutkan tadi.

  • Staf dan Tenaga Pengajar
Saat ini staf dan tenaga pengajar Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam Banyumas terdiri  alumni  pondok pesantren nusantara dan alumni-alumni PT dalam negeri seperti UNNES, UNSOED, UMP, UIN dan lain-lain.

  • Kelanjutan Studi
Setelah mendapatkan akreditasi dari pemerintah, lulusan Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam mempunyai peluang kuat untuk diterima di berbagai perguruan tinggi nusantara. Pada umumnya lulusan Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam  melanjutkan studinya ke UIN, UMY,  serta berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Lulusan Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam Banyumas juga dapat langsung terjun untuk berdakwah di tengah-tengah masyarakat dengan bekal ilmu yang telah diperolehnya.

  • Strategi Pencapaian Visi & Misi Pesantren
Untuk mencapai terwujudnya Visi & Misi Pesantren dengan wadah pendidikan yang sudah ada, Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam Banyumas menerapakan Sistem Manajemen Terpadu yang meliputi :
  1. Manajemen Pendidikan
  2. Sistem pendidikan yang diterapkan di Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam Banyumas akan selalu dikembangkan untuk membentuk para santri lulusan Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam Banyumas menjadi lebih berkualitas dan unggul dalam kompetensi dibandingkan pesantren-pesantren lainnya baik di wilayah nusantara maupun mancanegara.
  3. Manajemen Sumber Daya Manusia
  4. Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam Banyumas berupaya untuk merekrut orang-orang yang berpotensi dan profesional untuk mewujudkan visi dan misi Pesantren. Demikian pula potensi Sumber Daya Manusia Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam Banyumas yang sudah ada akan senantiasa digali dan dikembangkan sehingga seluruh pegawai Pesantren dapat menjalankan peran mereka masing-masing secara optimal.
  5. Manajemen Lingkungan
  6. Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam Banyumas berupaya untuk membentuk lingkungan yang kondusif sebagai tempat belajar mengajar. Progarm-progam kebersihan, peremajaan serta pengembangan lingkungan Pesantren akan dicoba untuk diterapkan sehingga terbentuklah kondisi Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam Banyumas sebagai tempat belajar mengajar yang kondusif dan menyenangkan.
Ketiga unsur inilah yang akan menopang keberhasilan pencapaian Visi & Misi Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam Banyumas, Bi idznillahi ta'ala.

Ini merupakan halaman muka dari Miftahussalam site. Dalam site ini terdapat info-info mengenai Miftahussalam, termasuk informasi pendidikan formal yang ada di Miftahussalam. 
Akhirnya dari admin hanya mengucapkan selamat datang dan semoga Miftahussalam Site mampu membantu anda dalam mendapatkan informasi yang anda cari seputar Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam Banyumas.

Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Download Audio: Sejarah Berdarah Sekte Syi’ah – Membongkar Koleksi Dusta Syaikh Idahram (Ustadz Firanda Andirja, M.A.)

Written By h on 16 August 2012 | Thursday, August 16, 2012

          Beberapa waktu yang lalu, sempat kami digemparkan dengan beredarnya sebuah buku yang penuh dengan provokasi dan kedustaan. Konon, buku tersebut dibagikan secara cuma-cuma di beberapa lembaga pendidikan Islam. Sebuah buku yang dikarang oleh "syaikh" Idahram dengan judul "Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi." 

Dalam rangka menepis SYUBHAT yang ada di dalamnya, Alhamdulillah, dengan izin Allah subhanahu wa ta'ala terbongkarlah kebusukan provokasi Idahram,  silakan download rekaman MP3 bedah buku Sejarah Berdarah Sekte Syi’ah – Membongkar Koleksi Dusta Syaikh Idahram bersama Al-Ustadz Firanda Andirja, MA (sekarang mengambil program S3 di jurusan yang sama (Aqidah) di Islamic University of Madinah). Acara ini yang diselenggarakan di Masjid ASTRA, Sunter, Jakarta Utara pada Ahad, 15 Juli 2012.

"Idahram adalah sosok misterius yang tidak berani menampakkan batang hidungnya. Kemungkinan hal ini dikarenakan ketakutannya jika ketahuan dustanya yang sungguh sangat memalukan. Apakah ia adalah Abu Salafy yang telah saya bantah dalam buku saya ” Ketinggian Allah diatas MakhlukNya “. Ataukah ia adalah seseorang yang bernama Marhadi yang jelas siapapun dia, sosok Idahram adalah seorang pendongeng dan penipu ulung yang telah berdusta dengan memalsukan buku-buku ulama dan berdusta atas nama mereka.
Dalam penamaannya saja ia telah melakukan tipu muslihat dengan menyandangkan kata “Syaikh” pada namanya, yang mengesankan ia adalah seorang berilmu atau seorang yang berasal dari luar negeri, mengingat istilah syaikh biasanya ditempelkan kepada seorang dari negeri Arab yang memiliki ilmu, namun kenyataannya Idahram hanyalah seorang pendongeng.
Akhirnya, saya hanya bisa mengucapkan Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji’uuun… Sungguh musibah yang menimpa umat Islam Indonesia dengan hadirnya buku “Sejarah Berdarah Sekte Wahhabi” karya Idahram, yang ternyata adalah seorang “Syaikh Pendongeng”. (Sejarah Berdarah Sekte Syi’ah hal.337 – via moslemsunnah)"
Untuk menyaksikan videonya silahkan klik di SINI

Silakan download mp3 ceramahnya pada link berikut ini. Sumber MP3: Radio Rodja



*KUALITAS MP3 BAGUS*

dipost ulang oleh :
 الأستاذ آدم لودي
معهد السلفية العالي
لتعليم اللغة العربية والعلوم الإسلامية


Reuni Akbar 2012

Written By h on 30 April 2012 | Monday, April 30, 2012


Reuni Akbar Nasional 2012

Lokasi PPPI Miftahussalam Banyumas Jawa Tengah Indonesia

Written By h on 11 December 2011 | Sunday, December 11, 2011

Untuk men-DOWNLOAD gambar ini dengan kualitas bagus, klik DISINI

PENGURUS YAYASAN MIFTAHUSSALAM

Written By h on 04 December 2011 | Sunday, December 04, 2011

SUSUNAN PENGURUS 
YAYASAN PONDOK PESANTREN PENDIDIKAN ISLAM
MIFTAHUSSALAM BANYUMAS




1. BADAN PEMBINA

Ketua                          : Ir. H. Badinguzaman
Wakil Ketua                : H. Muflih Sugito
Wakil Ketua                : dr. H. M. Mambodiyanto, SH, MMR
Wakil Ketua                : Drs. Ir. H. Jasri, MM, MT
Sekretaris                    : Drs. H. Abdul Munir
Wakil Sekretaris          : Suhiryanto Amir Ghufron, S. Ag
Anggota                      : Drs. H. Ngisa M
  Drs. H. Muheni
  Drs. H. Makmur
  Drs. H. Mursyid
  K. H. Rosjichun, S.Ag

2. KOMISI PENGAWAS

Ketua                           : Ds. H. Taufik Hidayat, SE, Akt, Msi
Anggota                       : Fahmi Noor Hikam, SE
  Fahrur Ikhwan, SE Akt

3. BADAN PENGURUS

Ketua                          : Drs. H. Ngumar AR
Wakil Ketua                : Drs. H. D Maksum
Wakil Ketua                : Drs. H. Ahmad Kifni
Sekretaris                    : Sarno Sardjono, ST
Wakil Sekretaris          : Kasbiyanto, S.Pd
Bendahara                   : Dahri, B.Sc
Wakil Bendahara         : Dwi Priyatmoko, S.Pd.Ek
Anggota                      : H. Kahar Muzaki, S.Ag, M.Ag
                                      M. Nur Ali Sya'bana, S.Ag
  Sunarto, S.Ag
  Kusdiono

Agar Anak Tidak Menjadi Teroris

Written By h on 27 September 2011 | Tuesday, September 27, 2011


Betapa hancur hati kedua orangtua, tatkala dikabarkan kepada mereka ternyata anaknya yang selama ini dikenal sebagai anak baik-baik dan pendiam diciduk aparat kepolisian karena terlibat jaringan terorisme. Orangtua yang lain pun shock begitu mendengar anaknya tewas dalam aksi peledakan.

Sementara itu, teman-temannya serasa tidak percaya mendengar berita bahwa anak yang selama ini mereka kenal sebagai anak baik, supel, dan ramah, ternyata terlibat aksi terorisme!!

Demikianlah, betapa menyedihkan. Nyata jaringan terorisme telah berhasil menyeret anak-anak baik dari putra-putra kaum muslimin dalam aksi biadab yang bertentangan dengan agama dan akal sehat tersebut.

Tentunya, kita bertanya-tanya bagaimana anak-anak muslimin bisa terseret jaringan terorisme? Melalui pintu apa terorisme bisa masuk ke alam pikiran mereka sehingga mereka tertarik dan mau mengikutinya?

Pembaca, kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala…

Akar munculnya terorisme adalah dari paham sempalan Khawarij. Suatu paham ekstrem dalam beragama, yang membuahkan sikap merasa benar sendiri, kemudian serampangan dalam memahami dan mengamalkan dalil-dalil syariat, lepas dari bimbingan para ulama, yang berujung pada pengkafiran semua pihak yang bertentangan dengan pendapatnya, termasuk mengkafirkan pemerintah kaum muslimin.

Gerakan terorisme yang pertama kali muncul dalam sejarah Islam adalah di akhir masa Khilafah ’Utsman bin ’Affan radhiyallahu ‘anhu, yang diprakarsai oleh seorang Yahudi, Abdullah bin Saba’, dengan menampilkan slogan keadilan dan benci kezaliman. Sebagai korban pertama kali adalah sang khalifah Utsman bin ’Affan radhiyallahu ‘anhu sendiri! Kemudian semakin gencar pada masa kekhalifahan ’Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, yang beliau sendiri pun menjadi korban aksi terorisme tersebut. Merekalah kelompok sempalan Khawarij, yang tumbuh menggerogoti dan menghancurkan Islam. Di atas paham mengkafirkan orang-orang yang bertentangan dengan mereka, dan berlanjut menghalalkan darah mereka, terutama pemerintah muslimin, yang telah mereka vonis sebagai pemerintah kafir. Itu semua mereka lakukan atas nama agama.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jauh-jauh hari telah memberitakan kemunculan kelompok sesat ini, lengkap dengan ciri-ciri dan sifat-sifatnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

سَيَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ أَحْدَاثُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلاَمِ يَقُوْلُوْنَ مِنْ قَوْلِ خَيْرِ الْبَرِيَّةِ، يَقْرَءُوْنَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ، يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ

Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang muda-muda umurnya, pendek akalnya. Mereka mengatakan ucapan sebaik-baik manusia. Mereka membaca Al-Qur’an, tapi tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka melesat (keluar) dari (batas-batas) agama seperti melesatnya anak panah menembus binatang buruannya.” (HR. Al-Bukhari no. 3611, 5057, 6930; Muslim no. 1066)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyifati mereka sebagai:

هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَالْخَلِيْقَةِ

Mereka adalah sejahat-jahat makhluk.” (HR. Muslim no. 1067)

Maka apabila pada anak-anak kaum muslimin ada kecenderungan mengkritisi pemerintah muslimin, selalu menentang kebijakan pemerintah muslimin, bahkan berani memvonis kafir terhadap pemerintah muslimin tanpa bimbingan para ulama, maka hati-hati dan waspadalah! Ini merupakan bibit paham takfir (mudah mengkafirkan kaum muslimin), yang merupakan benih awal untuk seseorang berani menghalalkan darah pemerintah muslimin dan siapapun yang mereka anggap membela dan mendukung pemerintah. Ujung-ujungnya, mengantarkan mereka untuk berani melakukan aksi kekerasan yang dilabeli sebelumnya sebagai jihad. Inilah awal mula seseorang terseret dalam aksi terorisme.

Kesalahan fatal berikutnya, yang mengantarkan anak-anak kaum muslimin untuk tertarik dengan gerakan terorisme adalah semangat berjihad yang besar dan kebencian yang besar terhadap orang-orang kafir, namun tidak disertai dengan pemahaman yang benar tentang apa itu jihad, bagaimana aturan Islam tentang masalah jihad, serta orang kafir manakah yang boleh untuk diperangi?

Tidak diragukan lagi, bahwa jihad merupakan puncak Islam yang tertinggi. Orang-orang kafir adalah musuh-musuh Islam yang harus dibenci dan diperangi oleh kaum muslimin. Namun, dalam agama Islam ada aturan dan tuntunan yang harus dipahami dengan benar dan tidak boleh dilanggar. Hal inilah yang tidak dipahami dengan baik oleh mereka yang terlibat dalam aksi terorisme tersebut. Karena memang di antara sifat dan ciri-ciri mereka adalah pendek akalnya dan cupet (Bhs. Jawa: dangkal) cara pandangnya. Tak heran bila aksi terorisme (baca: kebodohan) yang mereka lakukan tersebut merusak citra Islam dan mencemarkan nama baik kaum muslimin, terkhusus lagi nama baik orang-orang yang istiqamah di atas agamanya.

Sebagai contoh, bahwa dalam syariat Islam tidak semua orang kafir boleh dibunuh. Kafir dzimmi, kafir mu’ahad, dan kafir musta’min, dalam Islam jiwanya terlindungi, tidak boleh dibunuh. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ أَرْبَعِيْنَ عَامًا

Barangsiapa membunuh seorang kafir mu’ahad, maka dia tidak akan mencium aroma wangi jannah (surga). (Padahal) sesungguhnya aroma wangi jannah itu didapati (tercium) sejauh perjalanan 40 tahun.” (HR. Al-Bukhari no. 3166, 6914, An-Nasa’i no. 4764, Ibnu Majah no. 2736, dan Ahmad 5/36)

Adapun orang kafir yang boleh diperangi dan dibunuh adalah kafir harbi, yaitu orang-orang kafir yang memerangi muslimin, tidak ada antara muslimin dengan mereka perjanjian, dzimmah, tidak pula jaminan keamanan.

Kita perlu waspada pula, apabila seorang mulai kagum dan mengidolakan tokoh-tokoh teroris semacam Usamah bin Laden, Aiman Azh-Zhawahiri, seraya menganggapnya sebagai tokoh ulama besar yang diikuti ucapan dan fatwa-fatwanya. Sebagai contoh, aktor peledakan bom Bali yang bernama Imam Samudra. Dia menganggap tokoh-tokoh teroris panutannya di atas sebagai ulama dan menyejajarkannya dengan para ulama besar Ahlus Sunnah. Padahal, sifat dasar para khawarij, pelaku aksi teror tersebut ,adalah sama sekali lepas dari bimbingan para ulama besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam memahami dan mengaplikasikan dalil-dalil syariat.

Lebih rumit lagi, orang-orang yang terlibat dalam jaringan terorisme, ternyata bukanlah orang-orang yang jauh dari agama. Sebaliknya mereka adalah orang yang zhahirnya sangat dekat kepada agama, menampakkan syi’ar-syi’ar Islam dalam penampilan dan pakaian mereka, serta sangat rajin beribadah. Bahkan aksi teror yang mereka lakukan tersebut diyakini dalam rangka memperjuangkan Islam dan merupakan bagian dari ajaran Islam!!

Sikap komitmen terhadap ajaran agama, berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah merupakan sikap yang harus kita jalankan. Tidak boleh bagi kaum muslimin untuk menjauh atau apriori terhadap Islam dan bimbingan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun sikap berpegang teguh terhadap agama tersebut harus berdasarkan manhaj (metode pemahaman) yang benar, dengan bimbingan para ulama sejati dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Alhamdulillah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah meninggalkan umatnya di atas petunjuk yang sangat jelas. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan:

وَايْمُ اللهِ قَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى مِثْلِ الْبَيْضَاءِ، لَيْلُهَا وَنَهَارُهَا سَوَاءٌ

Demi Allah, aku tinggalkan kalian di atas (agama) yang terang-benderang. Kondisi malam dan siangnya sama.” (HR. Ibnu Majah no. 5. Lihat Ash-Shahihah no. 688)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah menggariskan manhaj yang benar dalam memahami dan mengaplikasikan agama ini, yaitu dengan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتَلاَفًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِي، عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

Sesungguhnya orang yang hidup di antara kalian (sepeninggalku), dia akan mendapati perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang dengan sunnah (bimbingan)ku dan sunnah para Khulafa’ Rasyidin sepeninggalku. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian.” (HR. Abu Dawud no. 4607, At-Tirmidzi no. 2676. Lihat Ash-Shahihah no. 937)

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda tentang jalan yang benar dalam memahami Islam:

مَا أَنَا عَلَيْهِ الْيَوْمَ وَأَصْحَابِي

”Jalan/prinsip yang aku (Rasulullah) berada di atasnya hari ini dan juga para sahabatku.” (HR. At-Tirmidzi no. 2641, Ath-Thabarani 1/256. Lihat Ash-Shahihah no. 203, 204)

Jika kita tidak memerhatikan prinsip di atas, akan menyebabkan salah dalam memahami dan mengaplikasikan dalil-dalil agama yang membuahkan sikap ekstrem dan menyimpang dalam beragama.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencela sikap ekstrem tersebut dalam sabda beliau:

Binasalah orang-orang yang ekstrem, binasalah orang-orang yang ekstrem, binasalah orang-orang yang ekstrem.” (HR. Muslim no. 2670). Wallahu a’lam.

Dikutip dari www.Asysyariah.com diambil dari www.assalafy.org Penulis : Redaksi Judul: Agar Anak Tidak Menjadi Teroris

Tambahan dari Admin : Bagi antum yang ingin referensi lengkap seputar PENYIMPANGAN TERORISME silahkan kunjungi website ustadz kami yang mulia al-Ustadz Dzulqornain hafidzohulloh di : http://jihadbukankenistaan.com/tentang-penulis
 
Support : Miftahussalam Islamic Boarding School | Banyumas | Jawa Tengah
Copyright © 2011. MIFTAHUSSALAM - All Rights Reserved
Designed by ADAM LODIE 2012
From CREATIDIE Galleries to Make Your Design